Tabungan Rp 20 Miliar Milik Winda Earl Raib di Maybank

Olahragawan e-sport winda d lunardi alias winda earl kehilangan uang tabungan sebesar rp 20 miliar yang tersimpan di pt bank maybank indonesia tbk (maybank indonesia). Berdasar info polisi. Kepala cabang maybank indonesia cipulir kebayoran arcade berinisial a diputuskan selaku terdakwa masalah itu.

Winda earl juga minta maybank untuk menukar uangnya yang raib serta menyangka faksi maybank menyengaja menjebol tabungannya itu. Tetapi menurut pemerhati perbankan dari kampus bina nusantara doddy ariefianto. Menyebutkan masalah itu harus ditelaah dulu dengan cermat untuk menunjukkan siapa yang keliru. Bisa saja kekeliruan murni bank. Atau kebalikannya kekeliruan nasabah. “pertama menurut saya harus pembuktian dahulu. Saat berlangsung masalah seperti maybank harus ditelaah sebab pemicunya bisa saja permasalahan dari bank atau dapat permasalahan yang dari nasabah. Nasabah murni pembobol dapat lho.” kata doddy ke liputan6.com. Selasa (10/11/2020).

Dianya menerangkan berdasar undang-undang tahun 1999 alternatif undang-undang 1992 berkenaan perbankan. Diterangkan kontrak di antara nasabah serta bank itu simpanan.

“yang bernama taruh ini ada kontraknya. Kontrak yang jaga hak serta keharusan semasing faksi baik yang simpan serta yang penyimpan.” terangnya.

Doddy merekomendasikan supaya tidak langsung memojokkan satu faksi saja. Apa lagi era saat ini ada yang bernama hacker-hacker yang menjebol uang nasabah di bank. Atau kerja sama pelaku bank dengan nasabah untuk menjebol bank.

“juga bisa kekeduanya. Seperti kita ketahui masalah elnusa itu kerja sama pelaku bank serta pelaku dari nasabahnya. Ada nasabah-nasabah yang bekerja bersama dengan pelaku bank untuk menjebol bank. Semacam itu.” ucapnya.

Dengan begitu. Pelindungannya akan bergantung dengan proses hukum lewat polisi. Beskal. Yang selanjutnya ditetapkan oleh pengadilan siapa yang bersalah. “menjadi pembuktiannya harus ditunjukkan dahulu di pengadilan. Siapa yang menyalahi ketentuan kontrak taruh simpan ini serta siapa yang pada akhirnya bertanggungjawab. Tidak semudah itu mengatakan salah bank atau nasabah.” katanya.

Walau sekarang kepala cabang maybank indonesia cipulir kebayoran arcade berinisial a telah diputuskan selaku terdakwa masalah itu. Mungkin masihlah ada pelaku lain ada di belakangnya sebab yang ketangkap baru seseorang.

“harus disaksikan dahulu. Yang diamankan baru satu. Rangka besar peristiwa ini bagaimana belum diketahui. Kita baru analisis satu aktor. Apa ia seorang diri atau ada seseorang? Nah kelak harus dijelajahi.” terangnya.

Bila faksi maybank murni lakukan kekeliruan karena itu maybank harus menukar uang nasabah yang raib rp 20 miliar. Tetapi bila sesudah dijelajahi kekeliruan nasabah yang tidak cermat karena itu nasabah harus terima kekeliruannya itu.

Ramai perbincangan mengenai olahragawan e-sports winda lunardi yang kehilangan saldo di atmnya sejumlah rp 20 miliar. Sekarang polisi sudah memutuskan kepala cabang maybank cipulir selaku terdakwa.