Korban Covid-19 Pahlawan Bangsa

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, ajak semua barisan Kementerian Keuangan untuk doakan korban yang wafat karena terkena virus Covid-19. “Pagi hari ini saya ajak semua barisan Kementerian Keuangan untuk berdoa doakan rekanan kerja kita, keluarga, atau familinya yang sudah menyusul kita sebab Covid-19,” kata Sri Mulyani dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kementerian Keuangan secara virtual, Jakarta, Selasa (10/11).

Menurutnya, mereka yang wafat karena virus corona ini sudah jadi pahlawan yang bergulat menantang virus. “Mereka ini pahlawan bangsa dalam rencana pergulatan untuk memenangi pertarungan bersama wabah Covid-19,” ikat Sri Mulyani. Ia ajak semua peserta upacara baik yang datang langsung atau virtual untuk doakan kesembuhan rekanan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan yang berusaha menantang virus corona. Sri Mulyani mengharap supaya mereka selekasnya pulih serta dapat melakukan aktivitas kembali lagi seperti yang lalu.

Ia menjelaskan, moemn wabah ini harus jadi peluang untuk barisan Kementerian Keuangan menjadi pahlawan dengan lakukan bermacam hal yang dapat ditangani. Karena, wabah Covid-19 ini bukan hanya menyerbu bidang kesehatan manusia, bidang ekonomi juga terbuncang. Membuat pelambatan ekonomi yang berpengaruh di tingkat kesejahteraan warga.

Karena itu ia ajak seluruh pihak selalu untuk doakan Indonesia supaya bisa hadapi wabah Covid-19 serta keadaannya makin lebih baik.

“Silahkan kita berdoa minta kemurahan ke Tuhan Yang Maha Esa supaya keadaan bangsa kita makin lebih baik,” kata Sri Mulyani akhiri.

Dalam rencana mengingati Hari Pahlawan ke-75, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ajak warga Indonesia untuk tidak gentar berusaha. Intinya pada kondisi wabah covid-19 yang kini sedang berjalan di Tanah Air.

Mengangkat topik “Pahlawanku Sejauh Periode”, Sri Mulyani menulis tiga nilai yang pantas diteladani dari tiap kejadian yang melahirkan pahlawan. Pertama, Menkeu sampaikan jika pahlawan datang sebab ada rintangan. “Tiap adegan dalam riwayat Republik Indonesia terus datang rintangan, terus datang masalah. Serta di situlah kita menyaksikan pahlawan-pahlawan yang dilahirkan,” kata Sri Mulyani dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2020).

Ke-2 , sambungnya, dalam semua adegan pahlawan ada selalu kata ‘perjuangan’. Berusaha ialah salah satu langkah hadapi rintangan, masalah serta masalah yang menghadang negara dan bangsa.

Menkeu memandang, semua proses untuk capai harapan membutuhkan perjuangan yang kerap minta pengorbanan. Disanalah, kata Sri Mulyani, selanjutnya lahir sikap kepahlawanan.

“Semua pahlawan ialah mereka yang pilih berusaha. Serta bukan hanya berdiri dari sisi serta menyaksikan temannya bergelut dalam perjuangan,” katanya.

Seterusnya, komponen ke-3 dari pahlawan ialah seluruh orang menjadi pahlawan. Menkeu menjelaskan, pada kejadian 10 November, Bung Tomo selaku salah satunya pahlawan berusaha dengan membakar semangat serta berani tanpa rasa kecemasan pada keselamatan diri kita.

Tetapi, Bung Tomo tidak sendiri. Ada beberapa pahlawan yang lain yang ikut serta dalam merealisasikan semangat untuk menantang penjajah. Sampai selanjutnya sanggup menjaga kemerdekaan Tanah Air.

“Jadi, pahlawan tidak berusaha sendiri,” kata Sri Mulyani.

Akseptasi pajak 2019 disebutkan lemah. Tahun ini Sri Mulyani akan mengeluarkan jurus untuk pacu pajak.