Komite Cipta Kerja Tekankan Pentingnya Perlindungan Data Kartu Prakerja

Program kartu prakerja adalah program pemerintahan yang pertama memakai metode end to end secara digital. Dimulai dari registrasi. Sampai akseptasi. Bahkan training serta pencairan stimulan. “dari sana kita menyaksikan jika semua beberapa data pendaftar serta yang menerima kartu prakerja ini. Atau data personal. Disimpan dalam metode elektronik yang ada dalam pmo kartu prakerja.” tutur ketua team eksekutor komite cipta kerja (kck). Rudy salahuddin dalam dialog panel. Selasa (10/11/2020).

Rudy memperjelas. Manajemen eksekutor (pmo) kartu prakerja mempunyai keharusan untuk jaga serta lakukan pemrosesan data sesuai beberapa prinsip pelindungan data personal. Ini didasari pada uu ite serta pp 71/2019 penyelenggaraan metode serta transaksi bisnis elektronik. Dan turunannya lewat permenkominfo no 20 tahun 2016 mengenai pelindungan data individu dalam metode elektronik. “secara fundamental. Pelindungan data personal ini adalah sisi dari privasi right tiap masyarakat negara indonesia.” kata rudy.

Rudy menambah. Data yang masuk ke program ini bukan hanya sekitar jumlah yang menerima faedah. Tetapi berawal dari data pendaftar yang dari bermacam wilayah di indonesia capai lebih dari 42 juta orang.

Karena itu. Rudy mengutamakan pentingnya pelindungan data personal pada zaman digital ini. Intinya untuk program kartu prakerja. Ini untuk mendesak bahkan juga memberantas kejahatan siber yang biasanya menempel dengan metode digital.

“dengan ramainya kejahatan siber dan pola yang paling bermacam dari beberapa orang yang agen togel indonesia akan lakukan kejahatan. Ini urgensi dari pelindungan data personal ini jadi mutlak.” kata rudy.

Gelombang 11 kartu prakerja sudah dibuka pada 2 november 2020. Semenjak awalnya gelombang pertama kartu prakerja dibuka. Komite cipta kerja menyaksikan ketertarikan warga indonesia demikian tinggi. Bisa dibuktikan dari keseluruhan jumlah pendaftar. Capai 42 juta orang di semua indonesia.

Head of communications manajemen eksekutor program kartu prakerja. Louisa tuhatu menjelaskan jika pendaftar pada gelombang 11 capai lebih kurang 6 juta orang dari paket yang dipersiapkan 400 ribu orang.

Pemerintahan awalannya berencana registrasi kartu pakerja cuman dibuka sampai gelombang 10. Tetapi. Dengan keadaan sekarang ini. Pada akhirnya memutus buka gelombang 11 untuk manfaatkan tersisa paket dari yang menerima yang ditarik kepesertaannya. Pencabutan kepesertaan ini dikerjakan dengan fakta sebab peserta tidak lakukan pembelian training pertama kalinya dalam waktu 30 hari sesudah informasi bisa lolos.

Untuk peserta yang telah di cabut atau di blacklist tidak bisa mendaftarkan menjadi lagi peserta program kartu prakerja. Keseluruhan peserta kartu prakerja yang ditarik semenjak gelombang pertama sampai gelombang 10 ada 364.622 orang.

Tahun 2021 kelak ditegaskan oleh kck jika program kartu prakerja tetap akan bersambung. Direktur eksekutif pmo kartu prakerja. Denni puspa purbasari menjelaskan masihlah ada kesempatah di tahun kedepan.

“pendaftar yang telah masukkan data yang belum lulus pada tahun ini jangan berkecil hati sebab bisa daftar pada tahun depan jadi gabung 2021. Beberapa data rekan-rekan masih disimpan di kartu prakerja jadi tak perlu mengulang-ulang dari awalnya.” papar denni.

Denni pastikan. Ide program kartu prakerja di 2021 akan sama dengan pada tahun 2020 ini yakni mewadahi beberapa pencari pekerjaan yang terimbas phk lewat pelatihan-pelatihan yang telah dipersiapkan.

Perpres ini sekalian membuat revisi ketentuan penerapan program kartu prakerja yang awalnya tercantum pada perpres nomor 36 tahun 2020.