Insan Perhubungan adalah Penerus Para Pahlawan

Mengingati Hari Pahlawan yang jatuh ini hari, 10 November 2020, Menteri Perhubungan Budi Kreasi Sumadi sampaikan apresiasinya ke insan perhubungan yang tetap layani warga serta negara di tengah-tengah wabah.

Menhub memandang, insan perhubungan mempunyai peranan yang serupa seperti pahlawan. Mereka tetap harus bekerja, pastikan distribysi logistik lancar, tetapi tidak lupa memprioritaskan prosedur kesehatan tidak cuma untuk keperluannya tetapi kebutuhan seseorang. “Beberapa insan perhubungan ini ialah penerus beberapa pahlawan yang dahulu berusaha merampas kemerdekaan dari tangan penjajah. Sekarang, mereka berusaha untuk selalu layani di tengah-tengah teror Covid-19, supaya kita masih dapat lakukan mobilisasi secara baik,” tutur Menhub Budi lewat account sah Instagramnya @budikaryas, diambil Liputan6.com, Selasa (10/11/2020).

Menurut dia, tiada kedatangan beberapa insan transportasi yang berbakti untuk negara, pasti masalah akan berlangsung. Misalkan saja, pengangkutan beberapa obat dari pabrik ke beberapa daerah penjuru bisa terusik.

Oleh karena itu, lanjut Menhub, pada Hari Pahlawan ini, dianya menghargai semua insan perhubungan yang sudah berusaha serta jadi garda paling depan di bidang transportasi, bersama dengan team klinis dalam hadapi wabah ini.

“Beberapa masinis, nahkoda, pilot, pengemudi angkutan umum serta beberapa petugas yang tetap jaga kelancaran angkutan umum baik di darat, laut atau udara, mereka ialah pahlawan untuk kita,” pungkas Menhub.

Menhub berterima kasih sebab pahlawan perhubungan ini terus waspada untuk pastikan warga dapat lakukan mobilisasi secara baik.

“Ke mereka yang belum pernah stop layani, ke mereka yang tetap pastikan keamanan, kenyamanan serta kesehatan penumpang, ke mereka yang tidak mengenali siang serta malam dalam bekerja, saya berterima kasih,” ucapnya.

“Mudah-mudahan kita sanggup jadi pahlawan untuk siapa saja yang memerlukan, jadi pahlawan untuk Indonesia,” tutup Menhub.

Dalam rencana mengingati Hari Pahlawan ke-75, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ajak warga Indonesia untuk tidak gentar berusaha. Intinya pada kondisi wabah covid-19 yang kini sedang berjalan di Tanah Air. Mengangkat topik ‘Pahlawanku Sejauh Masa’, Sri Mulyani menulis tiga nilai yang pantas diteladani dari tiap kejadian yang melahirkan pahlawan. Pertama, Menkeu sampaikan jika pahlawan datang sebab ada rintangan.

“Tiap adegan dalam riwayat Republik Indonesia terus datang rintangan, terus datang masalah. Serta disanalah kita menyaksikan pahlawan-pahlawan yang dilahirkan,” kata Sri Mulyani dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2020).

Ke-2 , sambungnya, dalam semua adegan pahlawan ada selalu kata ‘perjuangan’. Berusaha ialah salah satu langkah hadapi rintangan, masalah serta masalah yang mengadang negara dan bangsa.

Menkeu memandang, semua proses untuk capai harapan membutuhkan perjuangan yang kerap minta pengorbanan. Disanalah, kata Sri Mulyani, selanjutnya lahir sikap kepahlawanan.

“Semua Pahlawan ialah mereka yang pilih berusaha. Serta bukan hanya berdiri dari sisi serta menyaksikan temannya bergelut dalam perjuangan,” katanya.

Seterusnya, komponen ke-3 dari pahlawan ialah seluruh orang menjadi pahlawan. Menkeu menjelaskan, pada kejadian 10 November, Bung Tomo selaku salah satunya pahlawan berusaha dengan membakar semangat serta berani tanpa rasa kecemasan pada keselamatan diri kita.

Tetapi, Bung Tomo tidak sendiri. Ada beberapa pahlawan yang lain yang ikut serta dalam merealisasikan semangat untuk menantang penjajah. Sampai selanjutnya sanggup menjaga kemerdekaan Tanah Air.

“Jadi, pahlawan tidak berusaha sendiri,” kata Sri Mulyani.

Upacara diawali dengan penghormatan pada pahlawan diteruskan dengan dibunyikan sirine untuk kenang kembali pertarungan 10 November 1945 di Surabaya.